Cek Kesehatan Sebelum Lari: Kenapa Makin Diwajibkan

Oleh Cause ID

5 menit durasi baca512 kali dibaca

Cek Kesehatan Sebelum Lari: Kenapa Makin Diwajibkan

Kamu baru daftar beberapa event lari sekaligus dan sudah tidak sabar mulai? Sebelum itu, ada satu langkah yang makin sering dilewatkan padahal makin sering diwajibkan: cek kesehatan sebelum lari. Bukan buat mempersulit, tapi karena makin banyak event sadar bahwa niat baik saja tidak cukup untuk menjaga tubuh tetap aman selama lomba.

Kenapa Event Lari Besar Mulai Mewajibkan Pre Screening

Tren mewajibkan skrining kesehatan sebelum lomba sebenarnya bukan hal baru di dunia lari internasional. Riset terhadap event ultra-endurance secara global menemukan bahwa 76% event sudah menerapkan bentuk skrining pra-lomba atau edukasi pengurangan risiko, dan 33% event mewajibkan pemeriksaan oleh dokter [1]. Di beberapa event half-marathon, peserta bahkan wajib mengisi Physical Activity Readiness Questionnaire (PAR-Q), dan jika ditemukan potensi risiko, mereka harus mendapat sertifikasi "fit to run" dari dokter sebelum pendaftaran selesai [2].

Kenapa ini jadi makin serius? Karena studi pada peserta maraton pemula usia 35-50 tahun menemukan hal yang cukup mengejutkan: evaluasi kardiovaskular menemukan minimal satu kelainan minor atau kondisi jantung pada 17 partisipan, termasuk tiga kasus regurgitasi mitral dan satu defek septum atrium kecil [3]. Bahkan tiga orang (12%) punya kondisi jantung serius yang perlu pembatasan olahraga, dan sebagian besar kondisi ini justru tidak terdeteksi oleh skrining standar ACSM maupun ESC [3]. Artinya, banyak kondisi tersembunyi baru ketahuan kalau ada pemeriksaan lebih mendalam.

Siapa yang Paling Perlu Waspada

Bukan berarti lari itu berbahaya untuk kebanyakan orang. Risiko kejadian jantung terkait olahraga pada populasi umum orang dewasa tanpa gejala sebenarnya tergolong rendah, dan olahraga tetap aman bagi kebanyakan orang dengan banyak manfaat kesehatan dan kebugaran [4]. Tapi ada kelompok yang perlu lebih berhati-hati.

Studi pada pelari dan atlet endurance pemula usia 35 tahun ke atas menemukan bahwa penerapan kuesioner AHA/ACSM Pre-Participation mengidentifikasi 42,1% peserta yang sebenarnya perlu evaluasi kardiovaskular pra-partisipasi [5]. Sayangnya, dari yang memenuhi kriteria ini, hanya 51,5% yang benar-benar menjalani evaluasi kesehatan [5]. Ada kesenjangan antara yang disarankan dan yang benar-benar dilakukan — dan di sinilah kewajiban pre-screening dari event bisa membantu menutup celah itu.

Kamu yang berusia 25-44 tahun dan sedang aktif ikut beberapa tantangan lari berturut-turut juga perlu memperhatikan ini, terutama jika kamu baru mulai aktif berlari atau punya riwayat kesehatan tertentu.

Kondisi yang Perlu Diperhatikan Sebelum Lari

Menurut dokter olahraga yang dikutip dalam materi edukasi Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa kelompok yang disarankan untuk tidak dulu melakukan olahraga lari [6]:

  • Orang dengan obesitas — karena lari memberi tekanan tinggi pada tungkai dan kaki, sehingga risiko cedera lebih besar [6].
  • Penderita gangguan jantung — disarankan tidak melakukan olahraga lari [6].
  • Orang dengan plantar fasciitis atau osteoarthritis — disarankan tidak memaksakan diri lari, dan bisa mengganti dengan aktivitas rendah dampak seperti sepeda statis [6].

Catatan penting: ini adalah pandangan dari satu narasumber dalam materi edukasi, bukan pedoman klinis resmi yang berlaku umum. Kalau kamu merasa masuk salah satu kategori ini, atau punya kondisi kesehatan lain, konsultasikan dulu ke dokter sebelum memutuskan ikut tantangan lari.

Checklist Cek Kesehatan Sebelum Ikut Tantangan Lari

Kamu tidak perlu menunggu event mewajibkan baru melakukan pre screening lari. Ini beberapa langkah persiapan sebelum ikut race yang bisa kamu lakukan sendiri, kapan saja:

  1. Isi kuesioner kesiapan aktivitas fisik. PAR-Q berisi tujuh pertanyaan sederhana untuk menentukan apakah kamu siap lebih aktif secara fisik [7]. Kalau kamu menjawab "ya" pada satu pertanyaan saja, disarankan berkonsultasi ke dokter dulu sebelum mulai [7][4].
  2. Jujur soal riwayat kesehatan. Catat kondisi jantung, metabolik, atau ginjal yang kamu ketahui — ini jadi fokus utama proses skrining kesehatan pra-olahraga versi ACSM [8].
  3. Perhatikan intensitas yang kamu targetkan. Tingkat aktivitas fisik yang biasa kamu lakukan dan intensitas olahraga yang kamu inginkan juga jadi variabel penting dalam menilai risiko [8].
  4. Bangun latihan secara bertahap. Sebelum ikut lomba jarak jauh, disarankan menjalani program latihan terstruktur dan progresif minimal 16 minggu [9].
  5. Jangan abaikan gejala kecil. Kalau ada sesak napas tidak biasa, nyeri dada, atau pusing berlebihan saat latihan, itu alasan kuat untuk cek ke dokter sebelum melanjutkan.
  6. Cari surat keterangan sehat kalau diminta event. Ini praktik umum; dari data satu studi besar, 14,8% peserta lomba lari jarak jauh mencari medical clearance sebelum ikut, dan sebagian besar dari mereka akhirnya dinyatakan lolos tanpa pembatasan [10].

Menyiapkan Diri untuk Tantangan di Cause

Setiap tantangan lari, baik virtual maupun langsung, tetap butuh tubuh yang siap. Kalau kamu berencana ikut beberapa run challenge di Cause secara berurutan, beri jeda yang cukup untuk tubuh pulih, dan jangan lupa cek kondisi kesehatanmu secara berkala — bukan cuma sebelum lomba, tapi sebagai kebiasaan rutin.

Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, sedang dalam masa pemulihan cedera, atau baru pertama kali ikut olahraga endurance, bicarakan dulu dengan dokter sebelum mendaftar. Ini bukan soal menghalangi semangatmu, tapi soal memastikan kamu bisa menikmati prosesnya sampai garis finis dengan aman.

Sumber

  1. Pre-race medical screening and harm reduction approaches in ultra-endurance racing: A descriptive pilot study of global practice - PMC — PubMed Central
  2. Medical planning for mass-participation running events: a 3-year review of a half-marathon in Singapore - PMC — PubMed Central
  3. Pre-Participation Screenings Frequently Miss Occult Cardiovascular Conditions in Apparently Healthy Male Middle-Aged First-Time Marathon Runners - PMC — PubMed Central
  4. Pre-exercise screening: role of the primary care physician — NCBI (US National Library of Medicine)
  5. Application of pre-participation cardiovascular screening guidelines to novice older runners and endurance athletes - PubMed — PubMed
  6. 9 772460 100002 EDISI 145 AGUSTUS 2022 9 772460 772460 100002 100002 — Kementerian Kesehatan RI
  7. PAR-Q+ and ePARmed-X+: New risk stratification and physical activity clearance strategy for physicians and patients alike - PMC — PubMed Central
  8. Adapted ACHIEVE Curriculum for Community Mental Health Settings — cdn.clinicaltrials.gov
  9. Running preparation for cardiac safety and improved performance - PMC — PubMed Central
  10. Pre-race medical clearance in 60,609 distance running race entrants: which entrants sought clearance, what physicians did, and what was the outcome? SAFER XXXVII - PubMed — PubMed

Photo by Pavel Danilyuk on Pexels

Bagikan:WhatsAppFacebookXLinkedIn