Women's History Month: Veronica Dian

March 23, 2020 | Running Tips

Share this post

Share to WhatsApp    Share to Telegram   

    Masih dalam rangka Women's History Month, di sesi ini kita berkenalan dengan seorang perempuan yang selalu mencari kesempatan untuk terus belajar banyak hal agar bisa membantu lebih banyak orang. Kenalin nih, Veronica Dian!


  1. Siapa sih seorang @veronicaadian?

    Cuma seorang individu yang tidak bisa diam dan selalu mau belajar menguasai banyak hal, karena punya prinsip, semakin banyak hal yang bisa dilakukan, semakin banyak orang yang bisa dibantu :)

  2. Menurut kamu, perkembangan apa yang sudah terjadi di dunia lari berkaitan dengan perempuan?

    Banyak sekali ya! Mulai dari kebebasan untuk ikut race apapun, race khusus perempuan, kesempatan berolahraga yang sama, ada komunitas lari untuk perempuan biar ga jiper kalau latihan, bahkan sekarang mulai banyak fitmoms yang semakin menginspirasi untuk tetap bergerak (dan terutama berlari!) selama masa kehamilan ataupun ketika post-partum.

    Terutama soal fitmoms ini jadi sesuatu yang positif banget dan sangat membantu pemulihan mental ibu-ibu yang lelah mental dan fisik ketika menyiapkan persalinan / setelah bersalin (sotoy padahal belum pernah bunting but I’ve seen level depresi, lelah, ga ada tenaganya orang lagi hamil / habis lahiran).

    Jadi senang rasanya lihat perempuan semakin empowering each other di bidang olahraga, dan semakin banyak perempuan yang sadar kalau berolahraga itu bentuk self-love dan tanggung jawab sama badan sendiri yang setiap hari sudah diajak bekerja keras.


  3. Pandangan apa yang ingin kamu ubah di mata orang-orang tentang perempuan?

    Omongan-omongan jahil yang terkesan membuat perempuan terlihat harus bergantung sama laki-laki, misalnya “Eh jadi perempuan jangan pinter-pinter, nanti cowok ga ada yang mau loh”. Atau “Jadi perempuan jangan serba bisa, nanti laki-lakinya terus ngapain?” (well my mom used to say this and this used to be one of the reason I don’t drive HAHAHA).

    Karena selain omongan seperti ini terkesan membatasi perempuan untuk memaksimalkan kemampuannya, secara tidak sadar sebetulnya meremehkan kemampuan laki-laki juga (beberapa teman saya, baik laki-laki ataupun perempuan, sering menanggapi omongan ini dengan “Ih kasihan banget laki-laki yang takut sama cewe pintar / cewe yang serba bisa”.

    Ini yang kadang kita suka lupa, sebetulnya hal semacam ini malah jadi gender discrimination ke arah laki-lakinya juga loh. Jadi lebih baik kita sama-sama saja saling mendukung semangat untuk menjadi pribadi yang selalu lebih baik dalam segala hal, terlepas dari apapun gendernya.

  4. Kenapa kamu memilih lari sebagai olahraga utama?

    I don’t choose running. It chose me. Dari 10 tahun yang lalu aku selalu mencari olahraga apa yang bisa kulakukan supaya bisa keringetan dan badan ga lemes-lemes terus (maklum, anaknya langganan pingsan).

    Mulai dari berenang, sepeda (fixie tapi ya), softball, capoeira, volley, nothing sticks with me except running. Selama 7 tahun menjalani hobi lari, ini olahraga terlama yang bisa konsisten aku lakukan (meski kadang break lama tapi I always come back to it).

    Jadi kalau ditanya kenapa kamu memilih lari, sebetulnya aku ga tahu juga kenapa. But I plan to do it as long as I can still move my legs.


  5. Apakah menurut kamu lebih banyak perempuan harus berlari?

    Lebih banyak perempuan harus berolahraga! Ga hanya berlari, perempuan bisa lakukan olahraga apapun selama memang mampu. Karena perempuan punya banyak peran dalam satu siklus hidupnya, dan dalam setiap peran itu, selalu jadi penyambung banyak pihak. Di rumah harus jadi penengah buat suami, anak, keluarga besar, mertua, etc etc. Di kantor harus jadi karyawan yang baik, tapi jadi atasan yang baik juga (amiinn bisa jadi atasan ya).

    Di setiap peran dia harus memikirkan dan mempertimbangkan banyak pihak but herself. Jadi, menurutku olahraga adalah wadah perempuan untuk bisa menyenangkan dirinya sendiri, having her own time, for once thinking about herself, dan ini penting buat kesehatan mentalnya. Karena kalau peranmu adalah harus membahagiakan banyak pihak, you yourself should be happy inside out. And being outside, doing sports & getting your adrenaline & endorphin out (naturally!), is the best (and probably the easiest thing) to keep yourself happy & sane!


  6. Kasih satu tips bagi teman-teman perempuan yang ingin mulai berlari dong!

    Buat teman-teman perempuan yang ingin mulai berlari:

    • Pede sama kemampuan kamu. Ga perlu malu, ga perlu minder. Mau lari 200 meter trus jalan 500 meter, cuma bisa lari 1K atau 2K, tidak apa-apa. Namanya juga baru mulai, masa mau langsung jago hehe.
    • Konsisten. Badan perlu belajar sama hal yang baru mau dibiasakan, jadi konsistensi itu penting supaya badan betul-betul terbiasa. Selama kamu konsisten, pasti ada progress. P.S: I am never a fast runner dan ga pernah suka latihan speed, interval, yang buru-buru dan capek banget gitu. Caraku bisa progress dalam lari adalah dengan lebih banyak frekuensi latihan. Semakin sering dilakukan, badan akan semakin terbiasa. Lama-lama kayak nafas aja, jadi effortless :)
    • Sabar! Aduuh ini yang kadang-kadang ibu-ibu suka susah yaa. Seringkali progress itu tidak terasa drastis, tapi bisa jadi kamu cuma kurang 1K dari bisa menikmati easy run tanpa ngos-ngosan. Atau cuma kurang 2 kali lagi sesi lari-jalan sampai kamu bisa lari 1K non-stop. Jangan pernah stop latihan hanya karena kamu merasa capek gini terus tapi ga bisa-bisa. Intinya, as long as you keep doing what you’re doing, you are moving forward never backward.
    • Jangan takut mulai, karena seringkali ketakutan itu cuma kamu yang rasain. Atau in my case, ketakutan itu sebetulnya cuma malesnya kamu buat ngejalanin sesi lari. Takut digodain kalo lari sendiri di jalan, takut ga bisa bangun kalo larinya pagi, takut ga bisa lari pulang kalo lewat rute nanjak. Trust me I’ve done it all dan pada kenyataannya, ketika sudah dilakukan, sudah asik sendiri, lupa tuh sama semua takutnya. Tapi ga boleh lupa sama hati-hatinya yaa.
    • Belajar terus, terutama soal teknis lari. Cara lari yang benar, cara pemanasan dan pendinginan yang benar, cara makan yang benar kalau rutin berlari. Kadang terlalu semangat larinya sampai lupa belajar hal lain yang mendukung dunia perlarian. Jangan yaaa, supaya kamu terhindar dari cidera dan bisa lari terus. Ini blunderku dulu, dan jadinya ada masa-masa vakum lari karena cidera, yang harusnya bisa dihindari. I got no one to tell me back then, but you got no excuse because I just told you!
Recent Profile

Runner Profile:
Maria Sari
Runner Profile:
Henny Onggo
© Copyright 2019 Cause Virtual Run